mengapasayakeluardarisyiah.info – Sejumlah elemen umat Islam Solo mendatangi rumah mendiang Syegaf Bin Husain Al Jufri di Mertodranan, Pasar Kliwon, Semanggi Kamis, (20/9/2018). Mereka memprotes terkait adanya kegiatan perayaan Asyuro Syiah di rumah tersebut.

Sebelumnya, beberapa pengurus dari Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) mendapat laporan dari masyarakat terkait akan adanya ritual aliran syiah tersebut.

Warga merasa resah dengan keberadaan kegiatan yang berlangsung sejak sehari sebelumnya itu.

Warga beralasan, dalam kegiatan yang mendatangkan peserta dengan pakaian serba hitam itu, tempat tersebut diduga akan digunakan peserta untuk melakukan ritual Asyura Syiah.

Warga mencurigai bahwa peserta asyuro akan meratapi kematian cucu Rosululloh Husain dengan cara menyiksa diri hingga berdarah dan juga mencaci maki dan melaknat para sahabat dan istri-istri Rasulullah.

Warga dan aparat mendatangi rumah Syegaf Bin Husain Al Jufri di Mertodranan, Pasar Kliwon, Semanggi yang dijadikan lokasi perayaan Asyura

ZN salah satu warga sekitar mengatakan kalau acara tersebut memang sudah berlangsung sejak lama dan ia juga merasa resah dengan keberadaan kegiatan tersebut.

Ia bilang, keluarganya juga sempat dibohongi dengan ajaran Syiah yang saat ini telah mendapatkan difatwakan sesat oleh MUI Jawa Timur Itu.

“Dari dulu emang udah tau kalau ada kegiatan itu, kakak saya dulu juga pernah direkrut makanya saya juga nggak suka, wong saya juga belajar dari situ Syiah itu apa, sejarahnya apa gitu, saya mendukung penuh penolakan ini,” terangnya kepada Jurnalislam.com

“Ini infonya malah ketuanya, bahkan se-Indonesia, tau sendiri kan kalau Syiah itu sesat dan bukan bagian dari Islam, bahkan mereka mengatakan kalau para sahabat Rasululloh berada di Neraka,” sambungnya.

Menurut pantauan Jurnalislam.com dilapangan, sejak pukul 15.30 wib, massa yang berjumlah lebih dari 50 orang itu sudah berkumpul di depan gang masuk yang berjarak sekitar 10 meter dari rumah Syegaf Bin Husain.

Beberapa warga dan perwakilan elemen umat Islam melakukan mediasi terkait penolakan dengan panitia kegiatan dan didampingi dari pihak aparat kepolisian setempat.

Situasi sempat memanas ketika panitia kegiatan berusaha mengulur-ulur waktu untuk tetap melanjutkan kegiatan perayaan Asyura Syiah itu, hampir lebih dari satu jam, panitia kegiatan belum mau mengeluarkan peserta yang berada didalam rumah tersebut, hal itu sempat membuat massa yang berada di ujung gang meneriaki panitia meminta untuk segera membubarkan diri.

Tak berselang lama puluhan anggota Polresta Surakarta datang untuk ikut melakukan mediasi dengan panitia kegiatan dan massa yang menolak. Jurnalislam.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here